Agen Judi Sbobet – Mark Hughes tidak ingin menjadikan pertandingan terakhir QPR sebagai ajang balas dendam terhadap bekas klubnya, Manchester City. Tetapi…

Queens Park Rangers unggul dua poin di atas Bolton Wanderers, klub terakhir yang berkesempatan turun dari Premier League. The Hoops sebutan QPR berkesempatan turun kalau kalah dari City dan Bolton menang atas tuan rumah Stoke City, Minggu (13/5/2012). Itu yang jadi fokus utama sang pelatih QPR, Hughes.

Semua orang bilang tentang balas dendam, tetapi itu tidak ada dalam pikiran saya. Yang ada, saya berkonsentrasi penuh untuk apa yang harus kami lakukan dan apa yang mesti kami capai, sebut Hughes.

Masih dari mantan bomber Manchester United, QPR akan melakoni partai besar dan tantangan krusial. Bukan hal mudah mengingat sang lawan adalah peguasa City of Manchester.

Hadiah yang diperebutkan di sini sangat besar dan kami tidak dapat begitu saja mengindahkannya. Itu sulit, lanjut Sparky, sebutan Hughes. Hal itu diamini rivalnya, Roberto Mancini. Seperti yang dilansirkan oleh Agen Judi Sbobet.

Ini bukan soal Mancini melawan Hughes atau Hughes versus Mancini. Ini adalah City melawan QPR. Satu tim bertarunng untuk juara dan yang lain bertanding agar tidak didegradasi, ucap Mancio, sapaan Mancini.

Yang pasti, Sir Alex Ferguson berharap bantuan Hugges, mantan anak asuhnya di MU. Fergie melihat apa yang akan dihadapi QPR sama saat dia memimpin Aberdee 29 tahun lalu. Kala itu, dia membawa klub tanpa nama dari Skotlandia menjuarai Piala Winners dengan melibas raksasa sekaliber Real Madrid. Itu satu cara pandang lain. Yang pasti, saya hanya melihat partai melawan City adalah pertaruhan besar. Tidak ada kompromi, sambung Hughes.

Post By :                Agen Judi Sbobet